Keindahan Pulau Kei Ini Susah Diucapkan Oleh Kata-Kata!

Posted on

Wilayah Maluku yang ada di timur Indonesia seolah tidak pernah kehabisan pesona. Julukan “Mutiara Hitam Dari Timur” yang diperuntukkan Maluku memang cocok banyaknya pulau-pulau yang dilingkupi pantai-pantainya indah. Pasirnya amat lembut, dan lautnya sangat biru dan jernih, sama sekali tidak ternoda. Pantai Ora, Morotai ialah salah satunya. Diantara mereka, muncul nama Kepulauan Kei, yang kedengarannya masih asing tapi memiliki pesona alam yang luar biasa. Tidak hanya alamnya, Pulau Kei pun punya banyak kuliner yang mantap dan wajib dicicipi. Nah, buat kamu yang ingin tahu, ini sekilas teaser dari kami tentang keindahan Pulau Kei.

Pasir Timbul Ngurtavur: Pantai dengan adanya pasir putih serta lautan biru sebagai hal yang normal di Maluku, namun bagaimana dengan Pelikan? Ya, Pantai Ngurtavur emang adalah habitat burung Pelikan dari Australia yang lagi bermigrasi ke Maluku dari kediaman mereka di Australia serta Papua Nugini. Burung raksasa yang kerap filihat di kebun binatang, hidup dengan bebas di Ngurtavur. Pantai Ngurtavur ada di Pulau Waha, pas depan Pulau Warbal. Pulau Waha punya pantai pasir putih yang menjorok ataupun memanjang tanpa putus ke arah tengah lautan 2×7 meter. Saat ada di pantai ini, kamu bakal merasa seperti sedang berjalan di tengah-tengah lautan luas, sebab adanya pasir putih halus membelah lautan. Di sudut kanan-kiri, kamu bisa lihat lautan luas membentang.

Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir: Dekat dengan Ngurbloat, pantai Ngur Sarnadan mempunyai pasir amat halus dan bersih juga air lautnya pun sangat jernih, sehingga kamu dapat melihat terumbu karang serta beragam macam jenis ikan dengan jelas. Di pantai ini, kamu boleh mancing, berenang ataupun snorkeling. Capek berkeliling? Tenang, di pantai ini ada gubuk-gubuk yang biasa digunakan masyarakat tuk jual kuliner khas Maluku semacam ikan bakar, enbal (kuliner khas Kei), ubi, pisang goreng, elapa muda yg bisa melepas rasa lapar di perut kita semua.

Pantai Pasir Panjang Ngurbloat, Ohoi Ngilngof: Laut bening seperti kaca dan pasir putih sangat halus sudah siap menyambutmu di Ngurbloat, dengan garis pantai mencapai 2 km lebih. Pantai ini adalah garis pantai yang serupa dengan Pantai Ngur Sarnadan. Pohon-pohon kelapa menghiasi tepian pantai, melengkapi keindahan daya tariknya. Di sepanjang pantai kamu bakal menemui saung yang boleh disewa dari warga lokal sembari menikmati kuliner khas disana. Bayangkan nyamannya santai di surga tropis, sembari menikmati kuliner lezat yang ada di pantai yang dinobatkan punya pasir terhalus di dunia menurut National Geographic.

Goa Hawang: Goa Hawang yang berada di Desa Letuvan adalah kolam air tawar didalam goa yang sangat indah, apalagi jika terpantul cahaya matahari. Katanya, kolam di Goa Hawang terhubung dari mata air Evu via sungai bawah tanah. Goa Hawang sendiri terhimpun dari dua liang yang dikoneksikan oleh sungai bawah tanah. Jadi, bila kamu ingin uji nyali diving di sini kamu bakal dapat menembus kedua gua tersebut via sungai bawah tanah.

Desa Adat Tanimbar Kei: Inilah kesempatan kamu lihat kehidupan masyarakat setempat. Desa Tanimbar Kei terpilah jadi dua, yakni Kampung Atas & Kampung Bawah, yang disekat tangga yang bersandar pada tebing setinggi 10-15 meter. Kamu bisa lihat rumah adat asli Kei yang adalah wadah penyimpanan beraneka ragam benda-benda adat semacam patung adat, perhiasan emas, tembikar, dan bejana. Adanya Pura menunjukkan warganya yang memeluk agama Hindu.

Pulau Bair: Panorama Pulau Bair sangat memanjakan mata dari laguna yang jernih berlapis pasir, dan ikan juga terumbu karang yang tetap sehat. Disamping menjelajahi sekeliling pulau, kamu dapat menyusuri celah tebing karang yang amat eksotik. Snorkeling merupakan aktivitas harus di sini. Berlokasi kira-kira 1 jam perjalanan ke utara dari pelabuhan Dullah yang ada di Kei Kecil. Didalam perjalanan, kamu pun akan melintasi Pulau Adranan yang memiliki pasir putih menawan dengan air laut jernih. Terumbu-terumbu karang dan ikan disini pun cantik.

Goa Luvat: Situs Megalitikum yang ada di Ohoi Dertawun terkenal mengingat lukisan di dinding gua berbentuk cap tangan, matahari, panah juga berbagai hewan. Lukisan ini ialah peninggalan masa prasejarah di zaman Megalitikum dimana manusia mulai kenal konsep ketuhanan meski masih tradisional. Lukisan itu menggambarkan pola hidup serta aktivitas masyarakat kala itu yang berkaitan dengan alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *